Cegah Stroke dengan Kenali Faktor Risiko Dan Gejalanya

Bos P2PTM dr Lily S Sulistyowati difoto bersama dengan narasumber pada alat briefing Hari Stroke Internasional 2017 di Jl Percetakan Negara 29, Rabu 26 Oktober Stroke adalah pemicu nomor satu disabilitas dan kematian di Indonesia. Stroke dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia. Ada kemungkinan apabila stroke dapat berulang atau anyar bagi orang yang Kalian ingat dan pedulikan — namun stroke dapat dicegah. Kita segenap ingin menjauhi stroke.

Setiap tanggal 29 Oktober senantiasa diperingati Hari Stroke Sejagat yang memiliki tujuan untuk memperingatkan masyarakat hendak bahaya penyakit stroke akibatnya lebih hirau terhadap kesehatan supaya lepas dari stroke.

Apa itu stroke? Stroke

adalah gejala defisit fungsi saraf yang dikarenakan oleh penyakit pembuluh darah otak, bukan oleh pemicu lain (WHO). Kendala fungsi saraf pada stroke dikarenakan oleh hambatan otak sirkulasi darah non-trauma.

Gangguan neurologis ini menimbulkan gejala seperti: kelumpuhan wajah atau anggota badan, tuturan yang tak merata, tuturan yang tak jelas (pelo), transformasi kesadaran, hambatan penglihatan, dan lain-lain. Stroke

adalah pemicu ketaksempurnaan nomor satu dan pemicu kematian nomor dua di dunia seusai penyakit jantung iskemik di negara maju dan berkembang. Stroke

Dapat Berdampak Kematian dan Merendahkan Kualitas Hidup Pengidap Stroke

sesuai tingkatannya dapat berdampak kematian atau ketaksempurnaan yang dengan cara automatis mampu merendahkan status kesehatan dan kualitas hidup pengidap stroke. Tidak Hanya itu, hendak ada berat penambahan bagi keluarga terkait biaya kesehatan yang jelasnya tidak sedikit juga oleh bobot biaya yang harus dijamin oleh negara.

Jadi dibanding dengan mengobati, hendak jauh lebih baik untuk membendungnya lebih awal. Jalani pola hidup fit supaya tubuh bugar dan segenap penyakit termasuk stroke malas menyerang, kata dr. Lily S. Sulistyowati, MM. , Ketua Penghindaran & Penanggulangan Penyakit Tak Menular, Departemen Kesehatan disaat mengungkapkan fakta stroke pada Press Briefing World Stroke Day 2017 di Direktorat Jenderal P2P-Salemba Jakarta

Stroke Preventable

90% kasus stroke terkait dengan 10 faktor risiko utama.

Jika Kamu mengidap diabetes, permasalahan jantung atau riwayat stroke / TIA, lekas tanyakan pada dokter Kamu tentang faktor risiko Kalian dan metode mencegahnya. Langkah-langkah berikut dapat didapat untuk merendahkan risiko stroke. Faktor Risiko Lain yang harus dikendalikan Obesitas, Gaya Hidup Sedentari / kurang aktif bergerak, Pola Makan Buruk, Hipertensi, Merokok atau paparan asap rokok, Minum Alkohol, Hiperlipidemia.

1/4 Kasus Stroke karna pola makan

yang tak segar Hampir seperempat kasus stroke terkait dengan pola diet yang tak sehat, lebih-lebih konsumsi sayur-mayur dan buah-buahan sedikit. Setidaknya, konsumsi sayur-mayur dan buah yang dianjurkan ialah lima mangkuk per hari untuk merendahkan risiko stroke Anda.

Bagaimana faktor hidangan bisa jadi satu diantara pencetus utama, dr. Lily menganjurkan untuk kurangi terlebih mengakhiri konsumsi junk food. Tidak Cuma itu, yakinkan hidangan yang dikonsumsi terdiri dari bermacam atau diketahui bagaikan masakan yang menggabungkan.

“Makan enggak bisa 1 macam, harus beda-beda. Tubuh tak cuma menginginkan vitamin dan mineral melainkan juga menginginkan protein yang bisa didapatkan dari konsumsi daging, ikan atau ayam,” ujar dr. Lily.

Lebih lanjut, dr. Lily juga menuturkan konsumsi sayur-mayur dan buah-buahan baik untuk kesehatan sebaliknya tergantung pada jumlah porsi.

“Jangan makan sayur sepanjang di piring ada sayur-mayur hijau dan bilang, aku udah makan sayur kok. Idealnya perhari mesti mengkonsumsi 4 sampai-sampai 5 porsi sayur-mayur dan buah-buahan,” lanjutnya.

Sebagai dimensi yang dapat digunakan, dr. Lily menganjurkan untuk memakai formula My Dinner Plate yang terdiri dari 50 persen buah dan sayuran, 25 persen karbohidrat dan 25 persen protein. Dengan skala ini konsumsi keinginan gizi diharapkan dapat terpenuhi tiap harinya. Tetapi tak diperbolehkan lupa juga dibarengi dengan aktifitas fisik semacam olahraga dan aktifitas di luar ruangan.

Sekitar 1 dari 4 kasus stroke dihubungkan dengan kadar kolesterol “buruk” atau LDL yang tinggi. Konsumsi lemak tak jenuh dan tak tersindrogenasi daripada lemak jenuh (digoreng, jeroan) dapat merendahkan risiko stroke Anda. Apabila kadar kolesterol tak turun cuma dengan mengganti pola makan, berinteraksi dengan dokter Kamu tentang obat anti kolesterol. Kelumpuhan Sesaat

Bisa Jadi Gejala Awal Stroke di Seterusnya Hari Kepala Umum Pengelola Pusat Perhimpunan Dokter Saraf Indonesia (Perdossi) Profesor Dr dr Mohamad Hasan Machfoed Sp. S(K) M. S memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai kondisi tubuh pada saat merasa lumpuh untuk sebentar waktu yang dapat mengakibatkan stroke.

“Stroke Attack Selintas Gempuran Iskemik Sebentar (TIA), terjadi lantaran pembuluh darah tutup sementara. Itu bahaya, itu tanda awal stroke,” kata Hasan di Jakarta, Rabu (25/10/2017). Pembuluh darah yang diblokir

sesaat menimbulkan arus darah ke otak melambat atau berakhir berdampak gejala kendala saraf sepintas serupa yang dirasakan oleh pengidap stroke.

Umumnya stroke sepintas terjadi sepanjang 30 menit sampai-sampai dua jam dan selanjutnya pengidapnya kembali normal. Serbuan singkat itu menimbulkan mati rasa atau tak merasakan bagian tubuh, melemahnya tubuh dengan cara tiba-tiba, kesemutan, dan ujaran yang tak terstruktur atau tuturan yang tak terstruktur. “Orang yang terkena stroke iskemik, kebanyakan didahului oleh TIA,” kata Prof Hasan. Biarpun demikian, lanjutnya, biasanya orang tak memahami kondisi kelumpuhan seketika yaitu gejala awal terbentuknya stroke di masa depan. Penyakit Stroke

merupakan penyakit awal yang menimbulkan kematian terbanyak di Indonesia. Berlandaskan riset kesehatan dasar Departemen Kesehatan pada 2013 menyebut prevalensi stroke di Indonesia sebanyak 12,1 per 1000 orang.

Identifikasi Faktor Risiko

Hasan menyebut stroke dikarenakan oleh empat faktor, yaitu fisik, mental, sosial, dan spiritual. Ia memperingatkan supaya masyarakat memelihara pola makan dan gaya hidup bugar dengan mengaplikasikan Kegiatan Masyarakat Hidup Bugar (Germas) yaitu menggelar kegiatan fisik, makan lebih banyak buah dan sayuran.

“Hidup sehat, berolahraga, menghindari obesitas, tak diperbolehkan mengonsumsi alkohol, tak diperbolehkan merokok, apabila ada diabet diabetnya kontrol, penanggulangan lemak,” kata Hasan.

Sejumlah faktor risiko fisik yang sebetulnya dapat ditangkal ialah merokok, rendahnya kesibukan fisik, pola makan yang buruk, konsumsi alkohol, kadar kolesterol tinggi, narkotika, obesitas, terapi substitusi hormon, hipertensi, kendala irama jantung, penyakit jantung lainnya, diabetes, dan migrain.

“Hipertensi ialah faktor yang paling jahat dari faktor lain, lebih-lebih hipertensi primer yang takkan anda alasan, 90 persen hipertensi ada,” katanya. Alat Sederhana

Kenali Gejala Stroke

Sebenarnya ada alat penghitungan simpel untuk mengenal gejala stroke ie “SEGERA KE TEMPAT TINGGAL SAKIT”

-SEnyum tak simetris,

-GErak separuh tubuh melemah tiba-tiba,

– bicaRA pelo atau patah sampai tak bisa berdiskusi sama sekali,

– Mati rasa atau baal,

– Shortsightedness dan

– Sakit kepala parah yang muncul tiba-tiba.

Jika hal itu terjadi pada Kamu atau anggota keluarga cepat hubungi Tempat Tinggal Sakit / Dokter Klinik / FKTP.

Tidak diperbolehkan sampai dana Anda terkuras untuk membayar biaya penyembuhan atau rawat inap saat sakit. Antisipasi kerugian finansial saat Anda sakit dengan jam tangan kesehatan Dr Laser dari jauh, ketika Anda masih muda dan dalam kondisi sehat.

Next Post

No more post

You May Also Like